Translate

Sabtu, 07 Januari 2012

latihan kiper 1

Penjaga Gawang :

Satu hal yang banyak dilupakan oleh penjaga gawang adalah berkomunikasi dengan rekan satu tim.
Berteriak adalah salah satu cara yang biasa dilakukan untuk berkomunikasi di lapangan sepanjang permainan berlangsung. Meski kadang seperti orang marah-marah, tapi itulah cara komunikasi yang lazim dilakukan. Dengan berkomunikasi versi inilah rekan satu tim menjadi lebih tahu apa yang terjadi lapangan, khususnya di area pertahanan
Penjaga gawang adalah orang terakhir yang melihat keseluruhan lapangan beserta apa yang terjadi. Sebelum bola sampai ke area penjaga gawang, seluruh pemain wajib saling berkomunikasi dan konsentrasi. Konsentrasi sangat erat kaitannya dengan pengelihatan dan pendengaran. Pendengaran pemain bertahan sangat bisa terbantu dengan komunikasi dari penjaga gawang
Perlu diingat juga cara berteriak bukan hanya mengenai teriakan cara menjaga dan membaca pegerakan lawan, tapi juga memberikan semangat kepada rekan-rekan satu tim. Ketika rekan satu tim melakukan kesalahan, seorang penjaga gawang harus bisa tampil sebagai seorang sahabat yang membantu mengembalikan rasa percaya diri
Memiliki reflex yang cepat adalah keunggulan bagi setiap penjaga gawang. Dan reflex adalah sesuatu yang tidak dating dengan sendirinya, perlu dilatih secar terus menerus. Kiper yang baik akan berusaha keras untuk meningkatkan kemampuan reflex-nya!
Berdasarkan pengalaman Peter Schmeichel (legenda kiper Manchester United), sebelum ia menekuni latihan kiper, dia adalah pemain olahraga bola tangan. Schmeichel sendiri pernah berujar bahwa dia tidak akan mungkin menjadi kiper nomor satu di MU (kala itu) seandainya tidak mengkombinasikan latihan goalkeeping di sepakbola dan di bola tangan
Untuk menjadi kiper yang baik, perlu juga mengetahui bagaimana meng-cover berbagai angle (Sudut pandangan). Semakin dekat dengan lawan, semakin besar kemungkinan bobolnya gawang. Jadi sebaiknya perintahkan barisan pertahanan untuk bisa menghalau bola dan mengantisipasi agar penjaga gawang tidak mengalami situasi 1 vs 1 dengan lawan
Kalaupun harus terjadi 1 vs 1 dengan lawan, jangan hanya berdiam diri digawang. Melainkan maju berusaha mem-block tendangan lawan dan buatlah seolah-olah penjaga gawang adalah tembok besar yang sulit ditembus
Jangan terlalu cepat menjatuhkan badan ketika menghadapi situasi 1 vs 1. Seringkali lawan yang memiliki skill mumpuni justru sengaja memancing penjaga gawang untuk menjatuhkan badan. Strateginya adalah membaca gerakan lawan mengarahkan bola dan secepatnya menerkam bola yang dikuasainya
Kebanyakan pemain akan melihat arah kemana mereka akan menendang, kecuali beberapa pemain yang skillnya sudah sangat mumpuni biasanya tidak melakukan hal itu. Penjaga gawang seringkali tertipu oleh bahasa tubuh pemain yang skill tinggi. Oleh karenanya diperlukan juga kelihaian membaca karakter lawan.
Salah satu strateginya adalah dengan membaca pergerakan kaki. Pelajari pergerakan kaki lawan sesering mungkin manakala ia menguasai bola. Bila perlu dengan menonton video-video pertandingan sang lawan. Dengan demikian kemungkinan penjaga gawang bisa menebak arah tendangan lebih besar. Ini yang banyak dilakukan oleh para pemain professional mejelang hari pertandingan.
Menjatuhkan badan (diving) juga sangat penting untuk selalu dilatih agar menjadi penjaga gawang yang baik. Sembari menjatuhkan badan, penjaga gawang harus bisa menepis, meninju atau menangkap bola.
Ketika badan sudah hendak menyentuh lapangan, jangan menggunakan siku atau lengan sebagai anggota badan yang pertama bersentuhan dengan lapangan. Melainkan gunakan bahu dengan posisi kemiringan yang teratur. Bagian bawah juga bukan lutut atau paha yang bersinggungan dengan lapangan, melainkan condong ke bagian pinggul
Sangat tidak dianjurkan melakukan diving dengan posisi kepala yang langsung bersinggungan dengan lapangan. Bisa berakibat fatal. Selain bisa tertandang lawan, kemungkinan cidera juga sangat mungkin terjadi.
Menguasai bola atas atau bola lambung seperti saat terjadi tendangan sudut (corner kick) atau umpan silang (crossing). Saat tendangan sudut, tempatkan dua rekan di tiang dekat dan tiang jauh, instruksikan rekan yang lain mengawal setiap pergerakan lawan. Saat tendangan sudut sudah dilakukan, pusatkan perhatian pada bola. Sesuaikan waktu dan bersiap melompat menangkap bola.
Saat tendangan sudut sudah dilakukan dan bola sudah memasuki area kotak penalty, pusatkan perhatian pada bola. Sesuaikan waktu dan bersiap melompat menangkap/menepis/meninju bola.
Tidak perlu keluar gawang terlalu jauh jika sekiranya jangkauan bola masih dapat dilakukan oleh rekan satu tim. Selain menghemat energy, hal ini juga untuk menghindari kesalahan fatal yang sering terjadi. Misalnya tabrakan dengan rekan atau lawan, salah perhitungan, dan lain-lain.
Saat hendak menangkap/menepis/meninju bola diudara, lindungi badan dengan menekuk satu kaki hingga lutut. Ketika penjaga gawang melakukan perlindungan seperti ini, biasanya lawan akan berpikir dua kali untuk merebut bola karena khawatir terjadi benturan dengan lutut penjaga gawang. Hal ini di legalkan di peraturan pertandingan
Dari semuanya, jangan lupakan peraturan dasar menangkap bola. Bila menangkap bola bawah, jari kelingking yang bertemu. Menangkap bola atas, ibu jari yang bertemu. Menangkap bola tanggung disekitar dada atau perut harus dibarengi dengan pelukan yang kuat ke bola.

Tidak ada komentar: